Menjual rumah yang masih KPR mungkin menjadi solusi ketika rencana untuk memiliki rumah dengan cara KPR berubah di tengah jalan. Apakah itu karena pindah lokasi kantor, ingin membeli rumah yang lebih besar, merasa tidak mampu lagi membayar cicilan atau karena hal lainnya. Inilah yang biasanya menyebabkan rumah yang masih di cicil dengan cara KPR tidak bisa Anda lanjutkan sehingga harus segera di jual.

Selain proses pencicilan rumah dengan KPR yang cukup memakan proses panjang, penjualan rumah juga konon tidak kalah sulitnya. Banyak orang yang mengaku kesulitan untuk menjual rumah, apalagi jika rumah tersebut statusnya masih dalam KPR. Benarkah demikian?

Sebenarnya penjualan rumah yang masih berstatus KPR masih mungkin dilakukan karena pada dasarnya rumah sudah menjadi milik Anda dan sewaktu-waktu bisa dijual. Dengan berbagai alasan ternyata peminatnyapun juga cukup banyak. Hanya saja perlu langkah yang lebih ekstra untuk menemukan pembeli yang tepat dan meminimalisir kerugian lebih besar lagi.

Nah, bagaimana cara agar Anda bisa lebih mudah dalam menjual rumah yang masih KPR? Simak tips berikut ini!

1. Hitung Secara Keseluruhan Biaya KPR dengan Cermat

Hitung Keseluruhan Biaya KPR dengan Cermat

Langkah pertama sebelum menjual rumah yang perlu di perhatikan adalah masalah nilai rumah. Apalagi jika rumah sudah di renovasi, berarti ada biaya-biaya yang perlu di hitung dan di pertimbangkan dalam menentukan harga rumah dan juga cicilan yang harus di lunasi pembeli.

Anda bisa melakukan proses appraisal (penilaian ulang rumah) untuk mendapatkan nilai rumah yang lebih akurat. Hitung jumlah DP yang telah dibayarkan, biaya renovasi (jika ada), kestrategisan lokasi rumah, sisa cicilan KPR dll. Rumah adalah aset yang cukup berharga, sehingga jika Anda ingin menjualnya perlu ada perhitungan yang matang.

Proses ini memang membutuhkan biaya, apalagi jika Anda berkonsultasi pada seorang ahli properti. Tetapi di banding Anda salah menentukan harga dan berakhir dengan kerugian besar-besaran, lebih baik mengeluarkan dana untuk alokasi appraisal (penilaian ulang).

2. Melunasi Cicilan Lebih Cepat

Melunasi Cicilan Lebih Cepat

Dalam pembelian rumah, SHM (Sertifikat Hak Milik) tentu menjadi salah satu hal terpenting bagi calon pembeli. Dengan adanya SHM, menunjukan legalitas kepemilikan rumah secara resmi.Tetapi jika status rumah masih KPR, SHM biasanya masih di tahan pihak bank sebagai jaminan KPR.

Untuk mendapatkan SHM lebih cepat, Anda bisa melakukan pelunasan cicilan KPR lebih cepat pula. Setelah SHM di dapatkan, Anda bisa menjual rumahnya. Cara ini adalah cara yang paling mudah. Hanya saja Anda akan di kenai biaya pinalti jika melakukan pelunasan sebelum habis tenor, dan tentu saja Anda harus menyiapkan uang pelunasan sesuai sisa cicilan KPR Anda.

Besaran biaya pinalti/denda ini berbeda-beda tiap bank. Biasanya berkisar antara 1% sampai dengan 3% dari sisa hutang KPR (outstanding). Misalnya jika sisa cicilan KPR Anda saat ini adalah 200 juta dan penalti 1%, maka denda yang harus di bayarkan adalah sebesar Rp. 2.000.000.

Jadi, jika Anda hendak menebus SHM dengan cara mempercepat pelunasan KPR, jangan lupa siapkan biaya pinalti tersebut. Selain itu, hitung juga biaya pinalti untuk menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan nilai jual rumah. Tetapi jika Anda keberatan untuk melakukan pelunasan KPR lebih cepat, Anda tetap bisa menjual rumah Anda yang masih KPR dengan cara-cara yang akan di jelaskan pada poin selanjutnya.

3. Jelaskan Status Rumah Pada Calon Pembeli

Jelaskan Status Rumah Pada Calon Pembeli

Rumah yang di beli secara KPR pada dasarnya sudah menjadi milik Anda, hanya saja SHM (Sertifikat Hak Milik) di tahan pihak Bank sebagai jaminan pelunasan KPR. Disinilah tantangan yang harus di hadapi untuk menjual rumah yang masih KPR jika Anda belum bisa melunasi cicilan KPR lebih cepat.

Kalau hal tersebut terjadi, maka mau tidak mau Anda harus menjual rumah dengan SHM yang masih di tahan pihak Bank. Untuk menjual dengan cara ini, diperlukan pengertian pembeli rumah untuk mencicil KPR agar SHM bisa di tebus. Anda harus menemukan pembeli yang membutuhkan rumah walaupun dengan konsekwensi SHM yang masih di tahan pihak bank.

Saat Anda menawarkan rumah, jelaskan status rumah yang masih KPR, berapa lama tenornya, sisa pelunasannya, bukti-bukti lainnya yang membuat calon pembeli merasa lebih aman bertransaksi. Tak lupa tentu saja Anda harus menunjukan keuntungan jika calon pembeli membeli rumah Anda. Misalnya, jika Anda sudah merenovasi rumah sehingga lebih nyaman dan pembeli tetap diuntungkan dengan harga yang lebih miring.

4. Menawarkan Over Kredit KPR

Menawarkan Over Kredit KPR

Cara lainnya untuk menjual rumah yang masih KPR adalah dengan over kredit pada pembeli rumah. Over kredit melalui bank dinilai adalah cara yang paling aman. Secara umum ada dua cara yang umumnya bisa di lakukan :

Pertama, yakni dengan over kredit melalui bank yang sama. Karena dokumen sudah ada di bank yang sama, sehingga jika Anda memilih over kredit melalui bank yang sama Anda tidak dan pembeli tidak perlu terlalu repot mengurus over kredit rumah. Anda hanya perlu melengkapi persyaratan yang di tentukan bank untuk proses over kredit.

Berbeda dengan cara kedua, yakni kedua over kredit di bank yang berbeda. Masing-masing bank memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda sehingga prosesnya akan lebih sulit.

 

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *